Kondisi Kulit Mencerminkan Kesehatan Psikologis Anda, Lho!

Posted by Dunia Lulur 0 komentar


Berdasarkan laporan American Psychological Association (APA), ada kaitan antara kondisi kulit dengan kesehatan psikologi . Artinya, kondisi kulit seseorang akan mencerminkan kesehatan psikologisnya.

Seiring waktu dan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, hubungan antara kondisi kulit dengan kondisi psikologi ini disebut dengan istilah psikodermatologi , di mana hubungan erat antara kulit dan psikologi ini layaknya ‘lingkaran setan’.

Kondisi Kulit Mencerminkan Kesehatan Psikologis Anda, Lho!

Analogi sederhananya begini, ketika Anda sedang dilanda stres, tanpa disadari kondisi kulit pun tiba-tiba akan mengikuti mengalami masalah. Misalnya, kulit tiba-tiba terlihat pecah-pecah, muncul jerawat, atau gatal-gatal.

Yang anehnya, semua masalah kulit itu pun akan membuat Anda semakin stres dibuatnya. Ibarat lingkaran setan, bukan?

Selain stres, APA juga melaporkan, adanya kecemasan, depresi, dan masalah psikologis lainnya juga dapat memberikan kontribusi terhadap beberapa kondisi kulit secara umum seperti jerawat, ruam di kulit, psoriasis, gatal-gatal, eksim, atau timbul rasa nyeri tiba-tiba.

Bahkan baru-baru ini, sebuah penelitian juga telah membuktikan bahwa sejumlah orang justru mengaku akan berkunjung ke psikolog, sebagai cara untuk mengobati kondisi kesehatan mentalnya, dengan melakukan terapi perilaku kognitif dan meditasi. Termasuk ikut membantu menyembuhkan kondisi dermatologis (kesehatan kulit).

"Kulit adalah bagian yang paling terlihat dari tubuh manusia, yang bisa sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis," ujar Kristina G. Gorbatenko-Roth, seorang profesor psikologi dari University of Wisconsin-Stout, seperti dilaporkan kepada APA.

"Kaitan antara kondisi kulit dengan kesehatan psikologi adalah hal yang klasik, hanya saja ada beberapa perbedaan kasus di zaman sekarang ini," lanjut Kristina.

Maka siapa yang tahu, lanjut Kristina, suatu hari nanti, akan menjadi pemandangan umum ketika seseorang yang memiliki jerawat tak hanya diobati oleh beberapa jenis krim topikal saja, melainkan juga sekaligus dihipnosis atau mengikuti sebuah kelompok pendukung. Ya, mungkin saja.





0 komentar:

Posting Komentar